Digital Storytelling yang “Gue Banget!”

Ingin punya “skill dewa” sebagai content writer spesialis brand & marketing  storytelling?
Bisa menulis cerita informatif seperti travelogue dan kuliner atau cerita edukatif, itu skill biasa.
Kamu akan menjadi content writer berbeda jika menguasai skill storytelling yang mampu menggetarkan batin.
Inilah “craft”, seni mengukir emosi, memiliki resonansi dan mendorong transformasi audiens, terutama customer sasaranmu. Terkesan, minat, lalu, buying decesion!

Mengapa impactful? Karena customer bukan mengejar kata-kata dalam cerita, melainkan resonansi yang tinggal setelah ceritanya habis, dan customer merasa: “wah, ini gue banget.!”

Buat kamu yang ingin jadi content writer ataupun copy writer tapi masih ragu apakah skillmu ke depan masih diperlukan–terutama sejak hadirnya “penulis supercerdas dan supercepat “AI Generated Content”, -di lab digital storytelling semua akan dikupas tuntas.

Gak usah ragu, konten blog walau makin sepi tapi gak mati, cuma berevolusi. Buat para marketer, brand storytelling dan marketing storytelling justru semakin powerful dan impactful mengunci hati audiens.

Pastinya, di era digital native, daya tarik sebuah cerita tidak lagi ditentukan oleh seberapa besar peristiwanya atau seberapa besar konfliknya, melainkan seberapa kuat getaran resonansi emosinya dan relate dengan audiens.##

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top